Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Nvidia dan Pendiri Dell Terdepak dari Klub US$100 Miliar

Bos Nvidia Jensen Huang dan pendiri Dell Michael Dell harus keluar dari klub US$100 miliar. Apa penyebabnya?
CEO NVIDIA JENSEN HUANG Founder & CEO Nvidia Jensen Huang saat acara Indonesia AI Day 2024 di Jakarta, Kamis (14/11/2024)/JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P
CEO NVIDIA JENSEN HUANG Founder & CEO Nvidia Jensen Huang saat acara Indonesia AI Day 2024 di Jakarta, Kamis (14/11/2024)/JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Jensen Huang, salah satu pendiri Nvidia, dan Michael Dell, pendiri Dell Technologies, harus rela terdepak dari klub US$100 miliar lantaran kekayaan bersih mereka turun di bawah ambang batas usai kinerja pada kuartal pertama yang brutal bagi saham global.

Saham keduanya termasuk yang anjlok paling dalam karena aksi jual pasar yang luas telah menyapu bersih miliaran dolar dari kekayaan beberapa individu terkaya di dunia.

Menurut Bloomberg Billionaires Index, jumlah miliarder di AS menyusut dari 16 menjadi 13 tahun ini, karena kebijakan tarif AS yang agresif telah meningkatkan volatilitas pasar.

Penurunan pasar dalam tiga bulan pertama 2025, yang terburuk sejak 2022, sebagian dipicu oleh kegelisahan investor atas kebijakan tarif agresif Presiden AS Donald Trump, yang telah meningkatkan volatilitas dan melemahkan kepercayaan.

Huang, yang dulunya merupakan salah satu penerima manfaat terbesar dari ledakan saham AI, telah melihat kekayaannya turun sebesar US$17,7 miliar tahun ini karena saham Nvidia anjlok 18% sejak Januari. 

Kekayaan bersihnya kini mencapai US$96,7 miliar, menempatkannya di peringkat ke-16 dalam daftar Miliarder Bloomberg.

Penurunan ini terjadi di tengah kekhawatiran atas kejenuhan pasar AI, pengawasan regulasi, dan IPO yang mengecewakan dari perusahaan rintisan cloud AI CoreWeave, yang semuanya telah meredam sentimen investor dan menyeret turun saham Nvidia.

Saham Nvidia, yang melonjak ke rekor tertinggi tahun lalu, mengalami penurunan sebagai akibat dari kondisi tersebut. 

Meskipun mengalami kemunduran, Huang tetap jauh lebih kaya daripada dua tahun lalu ketika kekayaan bersihnya mencapai sekitar US$25 miliar. Namun, kekayaannya kini tentu masih jauh di bawah puncaknya yang mencapai US$130 miliar pada November tahun lalu.

Michael Dell juga terpukul cukup besar usai kehilangan US$24 miliar pada kuartal pertama 2025. Kekayaannya sekarang berada di bawah US$100 miliar, yaitu US$99,6 miliar, menempatkannya di urutan ke-14 dalam daftar miliarder.

Meskipun mencetak laba yang kuat pada Februari lalu, saham Dell Technologies telah turun hampir 22% tahun ini karena investor semakin waspada terhadap pengeluaran infrastruktur AI yang lebih lambat dari yang diharapkan.

Miliarder yang boncos di tengah gejolak pasar

Selain Huang dan Dell, miliarder Spanyol Amancio Ortega, pendiri Inditex, perusahaan induk Zara, juga telah lebij dulu tersingkir dari klub US$100 miliar. Kekayaan bersihnya turun US$2,2 miliar menjadi US$99,1 miliar setelah saham Inditex turun sekitar 7% tahun ini. 

Permintaan konsumen yang melemah dan kondisi mata uang yang tidak menguntungkan telah membebani valuasi perusahaan.

Miliarder ternama lainnya juga mengalami kerugian besar. Elon Musk dari Tesla tetap menjadi orang terkaya di dunia tetapi telah kehilangan US$110 miliar tahun ini, sehingga kekayaan bersihnya menjadi US$323 miliar. 

Larry Ellison dari Oracle dan Jeff Bezos dari Amazon juga mengalami penurunan tajam, dengan kekayaan mereka masing-masing turun US$28,1 miliar dan US$25,4 miliar.

Namun, tidak semua orang superkaya mengalami penyusutan kekayaan. Warren Buffett dan Bill Gates telah melawan tren tersebut, dengan kekayaan bersih Buffett meningkat US$24,5 miliar menjadi US$167 miliar, berkat kenaikan saham Berkshire Hathaway. 

Sedangkan Gates, sebagian besar karena kepemilikan uang tunainya sebesar US$78 miliar, telah menambah US$2,9 miliar tahun ini, sehingga kekayaannya menjadi US$162 miliar.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper