Bisnis.com, JAKARTA — Salah satu restoran di Indonesia jadi pendatang baru di jajaran restoran terbaik dunia.
Adalah Locavore NXT, yang terletak di Ubud, Bali. Tahun ini, restoran ini menempati urutan ke-92 di antara 100 restoran terbaik di dunia menurut The 50 Best.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Locavore sudah bertengger di jajaran restoran terbaik di Asia, bahkan pernah menjadi restoran terbaik di Indonesia pada 2019.
Locavore NXT adalah restoran pionir di Bali, yang dikenal dengan pendekatan inovatifnya terhadap kuliner berkelanjutan.
Dipimpin oleh koki visioner Eelke Plasmeijer dan Ray Adriansyah, restoran ini tak sekadar menghadirkan hidangan menggunakan bahan-bahan yang bersumber secara lokal, tapi juga memikirkan praktik tanpa limbah, dan komitmen mendalam terhadap masakan yang etis dan mengutamakan tanaman.
Eelke Plasmeijer dan Ray Adriansyah sendiri sudah terkenal dan jadi salah satunlegenda kuliner di Indonesia, karena kuliner lokal mereka yang progresif di Locavore.
Baca Juga
Mereka mendirikan Locavore sejak 2013 dan menjalankan konsep-konsep inovatifnya hingga Locavore meraih banyak penghargaan di Asia's 50 Best Restaurants 2019 di posisi ke-42, penghargaan tertinggi untuk Restoran Terbaik di Indonesia, dan Sustainable Restaurant Award, sebelum pandemi virus corona mengisolasi Bali dari dunia luar selama hampir tiga tahun.
Mereka juga belajar tentang desain bangunan yang progresif dan berkelanjutan, di mana tenaga surya, air hujan yang didaur ulang, dan toilet cacing, yang memungkinkan NXT tidak menggunakan bahan kimia apa pun.
Mereka juga punya ruang khusus untuk fermentasi koji dan pembuahan jamur, sarang lebah, dan dapur penelitian dan pengembangan yang terpisah.
Hebatnya, NXT mempekerjakan hingga sekitarn100 staf, mulai dari peternak lebah hingga ahli jamur, tim reservasi dan laundry, hingga kru dapur yang lengkap.
Tidak hanya itu, kru dapur akan bekerja empat hari seminggu, berbeda dengan enam hari kerja yang biasa dilakukan di tempat lain di seluruh Indonesia dan sekitarnya.
Visi Ray Adriansyah dan Eelke Plasmeijer juga bahkan meluas lebih jauh ke kewirausahaan komunitas sejati. Tak hanya ingin mendukung bisnis lokal, mereka juga ingin mendukung pendidikan, seperti mendirikan sekolah kuliner, belajar tentang fermentasi, penanaman, sampai operasional restoran.